Puteri Komarudin dalam acara Diklat Kader Muda Nasional yang digelar oleh DPP AMPG di Bogor pada Jum’at-Minggu (03-05/10/2025)BOGOR, CUPLIKAN.CO.ID – Di tengah dinamika politik yang semakin digital dan cepat berubah, Partai Golkar menegaskan keseriusannya menyiapkan kader muda yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui Diklat Kader Muda Nasional Gelombang II di Bogor, Jawa Barat, partai berlambang pohon beringin itu membekali kadernya dengan strategi komunikasi politik dan literasi media digital yang mutakhir.
Kegiatan ini dirancang sebagai wadah pembelajaran sekaligus laboratorium politik bagi generasi muda Golkar agar mampu bersaing di ranah publik dan dunia maya.
“Kader muda harus memahami bahwa politik hari ini tak lagi hanya soal orasi di lapangan, tetapi juga soal narasi di ruang digital,” ujar Puteri Komarudin, Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri, dalam sesi pembekalan.
Menurut Puteri, komunikasi politik dan digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendasar dalam membangun citra positif partai dan kepercayaan publik. Melalui platform digital, pesan politik bisa menjangkau audiens lintas wilayah dengan biaya rendah namun dampak tinggi.
Ia menekankan pentingnya kader muda memahami profil audiens secara mendalam—dari demografi, perilaku digital, hingga psikografis—agar pesan politik yang disampaikan benar-benar relevan.
“Kader muda harus tahu siapa yang diajak bicara, bagaimana cara berbicara, dan di mana ruang percakapan itu berlangsung,” jelasnya.
Golkar menilai pendekatan hibrida antara tatap muka langsung dan komunikasi digital akan menjadi strategi paling efektif dalam memenangkan hati masyarakat.
Dalam sesi pelatihan, peserta juga diajak memahami berbagai tantangan komunikasi digital, termasuk fenomena echo chamber dan arus disinformasi yang dapat mengaburkan kebenaran politik.
Puteri mengingatkan agar kader muda tidak terjebak dalam politik sensasi. Sebaliknya, mereka harus menjadi agen edukasi dan inspirasi, menyebarkan konten yang mendidik dan membangun kepercayaan publik terhadap politik yang sehat.
“Gunakan tujuh menit pertama untuk menarik perhatian audiens. Tapi jangan berhenti di sana—isi konten harus tetap bernilai dan berdampak,” pesannya.
Dihadiri peserta dari 14 provinsi, diklat ini juga menjadi momentum bagi Golkar untuk menampilkan wajah baru partai yang lebih muda, inklusif, dan relevan dengan semangat zaman.
Puteri menegaskan bahwa branding kader muda Golkar harus mencerminkan nilai-nilai profesional, komunikatif, dan progresif. Media sosial, menurutnya, harus menjadi sarana partisipasi politik, bukan sekadar panggung eksistensi.
“Jadilah komunikator yang bijak, kreatif, dan bertanggung jawab. Suara rakyat kini banyak terbentuk dari apa yang mereka lihat dan dengar di media digital,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, Partai Golkar menegaskan komitmennya untuk melahirkan generasi politik baru yang mampu beradaptasi dengan ekosistem digital, berpikir strategis, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Bagi Golkar, penguasaan media digital bukan hanya soal pencitraan, tetapi tentang kedaulatan informasi dan kemampuan membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.
“Golkar ingin memastikan kader mudanya menjadi aktor perubahan, bukan sekadar penonton dalam panggung digital politik,” pungkas Puteri (RED)

Tidak ada komentar