Sertijab Rektor UICI Tandai Babak Baru Kepemimpinan

2 menit membaca View : 7
Redaksi
Politik - 12 Nov 2025

JAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) memasuki fase baru setelah menggelar pelantikan dan serah terima jabatan Rektor periode 2025–2029 di Gedung Rektorat UICI, Rabu (12/11/2025). Acara tersebut menjadi momentum penting yang menandai berakhirnya masa kepemimpinan Prof. Dr. Laode Masihu Kamaluddin, M.Sc., M.Eng., sekaligus dimulainya estafet kepemimpinan baru.

Dalam agenda yang berlangsung khidmat, Prof. Laode membacakan Memori Akhir Jabatan Rektor (MAJR), sebuah dokumen komprehensif yang merangkum capaian, fondasi, dan arah pembangunan UICI selama empat tahun setengah terakhir. Dokumen tersebut kemudian diserahkan kepada pimpinan baru sebagai simbol kesinambungan visi dan tata kelola universitas.

“UICI bukan sekadar kampus, tetapi gerakan perubahan yang menempatkan digitalisasi sebagai paradigma masa depan pendidikan tinggi,” ujar Prof. Laode dalam sambutannya.

Serah terima jabatan ini menjadi penanda transisi kepemimpinan yang dinilai mulus dan penuh optimisme. Prof. Laode meninggalkan berbagai capaian strategis, mulai dari penetapan UICI sebagai universitas digital penuh pertama di Indonesia hingga penguatan budaya kerja modern berbasis Work From Anywhere dan penerapan layanan administrasi elektronik melalui e-Office.

Hingga akhir masa jabatannya, UICI mencatat 2.082 mahasiswa aktif dari berbagai provinsi dan negara, lebih dari 100 kemitraan strategis, serta peningkatan kinerja riset yang ditandai dengan diraihnya hibah kompetitif nasional pada tahun 2025.

Selain capaian akademik dan tata kelola, Prof. Laode juga meninggalkan SDM unggul yang menjadi tulang punggung kampus digital tersebut. Dengan mayoritas dosen berusia muda dan adaptif, UICI dinilai siap melanjutkan akselerasi transformasi digital yang telah dibangun.

“Kekuatan UICI adalah dosen mudanya yang cepat beradaptasi dengan ekosistem digital,” katanya.

Serah terima jabatan ini juga dipandang sebagai momentum bagi UICI untuk memperkuat misi reaching the unreachable—membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang selama ini terpinggirkan oleh sistem konvensional.

Dalam penutup sambutannya, Prof. Laode berharap kepemimpinan baru dapat meneruskan semangat membangun pendidikan tinggi yang inklusif, inovatif, dan berkeadaban.

“Semoga semangat awal mendirikan UICI terus hidup dalam setiap langkah kepemimpinan berikutnya,” tutupnya (RED).

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *