Sekolah Swasta di Jaksel Simpan Ratusan Senjata hingga Narkoba

3 menit membaca View : 5

Jakarta – Sebanyak 995 pucuk senjata api, amunisi, narkoba, hingga keping VCD bermuatan pornografi ditemukan di sebuah ruangan tertutup pada sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Kuasa hukum yayasan sekolah swasta tersebut, Hermawanto, mengatakan temuan itu diketahui dalam dua tahap. Pada Jumat (10/7), pihaknya menemukan 995 pucuk senjata api beserta amunisi dan sejumlah aksesori senjata lainnya.

“Kami menemukan kembali beberapa senjata. Termasuk juga menemukan narkoba dan CD porno,” ujar Hermawanto di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).

Temuan berikutnya terjadi pada Rabu (5/8). Saat itu, pihak sekolah kembali menemukan sejumlah senjata, narkoba yang diduga berupa ganja dan sabu, serta sekitar 25 keping VCD dengan isi yang berbeda-beda. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Polres Metro Jakarta Selatan untuk ditindaklanjuti.

Hermawanto menilai temuan ratusan senjata tersebut perlu mendapat perhatian serius karena jumlahnya hampir mencapai seribu pucuk.

“Karena jumlah senjatanya sangat banyak, nyaris seribu pucuk, kami ingin perkara ini segera ditindaklanjuti secara serius oleh Polres Metro Jakarta Selatan,” katanya.

Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan Sekolah Swasta, Untung Sangaji, menjelaskan temuan tersebut bermula ketika pihak sekolah membuka sebuah ruangan tertutup untuk kepentingan kegiatan sekolah.

Namun, saat ruangan tersebut dibuka, pihak sekolah justru menemukan sejumlah peralatan yang diduga merupakan senjata. Salah satunya disebut berupa airsoft gun yang menurut Untung berpotensi membahayakan karena memiliki laras polos atau tidak memiliki alur.

“Ketika kita membuka ruangan untuk kepentingan sekolah, kita menemukan peralatan yang disebut senjata. Airsoft gun yang bisa membunuh karena larasnya polos, tidak ada alur,” ujarnya.

Adapun barang yang ditemukan antara lain 995 butir amunisi untuk senjata genggam, shotgun kaliber 12/70, laras kaliber 5,56 mm, serta sejumlah senjata genggam kaliber 40 dan 9 mm. Selain itu, ditemukan tiga magazine Glock berkapasitas masing-masing 30 butir amunisi, satu magazine Walther kaliber 22, satu magazine M4, serta sebuah alat yang diduga digunakan untuk membuat peluru.

Petugas juga menemukan sejumlah narkoba yang jumlahnya belum dirinci serta sekitar 25 keping VCD yang disebut memiliki isi berbeda-beda.

Untung mempertanyakan keberadaan berbagai barang tersebut di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman bagi peserta didik dan tenaga pendidik.

“Saya mohon rekan-rekan mempertajam persoalan ini. Mengapa di sekolah yang sangat kita hormati, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA, ada orang yang diam-diam melakukan kegiatannya di situ?” katanya.

Atas temuan tersebut, kuasa hukum yayasan kemudian mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan untuk meminta pendampingan serta memastikan proses penyelidikan berjalan secara serius.

Menurut Hermawanto, keberadaan senjata dalam jumlah besar di lingkungan sekolah berpotensi menimbulkan bahaya apabila disalahgunakan.

“Senjata ini bisa disalahgunakan dan tetap berbahaya bagi siapa pun. Apalagi, senjata tersebut disimpan di lingkungan sekolah yang tentunya dapat membahayakan siswa maupun guru. Kami berharap kepolisian serius memproses perkara ini,” ujarnya.

Polres Metro Jakarta Selatan membenarkan adanya temuan sejumlah senjata api dan airsoft gun di salah satu ruangan yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Polisi menyatakan telah menerima laporan masyarakat mengenai temuan tersebut pada 15 Juli 2026. Penyidik juga telah membuat Laporan Polisi Model A sebagai dasar penanganan awal setelah mengetahui adanya temuan senjata tersebut.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *