PB HMI MPOJAKARTA, CUPLIKAN.CO.ID – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (PB HMI MPO) kembali menggaungkan agenda reformasi nasional dengan menekankan pentingnya keadilan fiskal bagi masyarakat kecil. Salah satu usulan utama yang mencuri perhatian adalah penghapusan pajak penghasilan bagi rakyat dengan pendapatan di bawah Rp10 juta per bulan.
Ketua Umum PB HMI MPO, Handy Muharam, menegaskan bahwa keadilan ekonomi tidak boleh hanya menjadi jargon pembangunan, melainkan harus diwujudkan melalui kebijakan nyata yang meringankan beban masyarakat. “Penghapusan pajak bagi kelas menengah ke bawah adalah bentuk keberpihakan negara terhadap rakyat, terutama di tengah beban ekonomi yang kian menekan,” katanya.
Selain isu pajak, PB HMI MPO juga mendorong agenda strategis lain seperti perampasan aset hasil tindak pidana korupsi tanpa harus menunggu vonis, serta pembenahan internal institusi kepolisian yang dinilai masih jauh dari prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Handy menambahkan, keberanian mahasiswa menyuarakan gagasan ini merupakan kelanjutan dari semangat reformasi yang harus terus dijaga. “HMI tidak hanya hadir sebagai saksi sejarah reformasi, tetapi juga pelopor lahirnya ide-ide segar untuk mewujudkan keadilan sosial,” tegasnya.
PB HMI MPO juga mendesak Presiden RI untuk segera membentuk tim investigasi independen terkait dugaan makar dalam kerusuhan akhir Agustus 2025 lalu. Menurut mereka, kejelasan kasus tersebut sangat penting agar tidak menimbulkan spekulasi yang melemahkan kepercayaan publik.
Dengan agenda reformasi yang diperluas ini, PB HMI MPO berharap pemerintah mampu mendengar dan menjadikan aspirasi mahasiswa sebagai pijakan dalam memperbaiki arah kebijakan nasional (RED).

Tidak ada komentar