AFI Bidik Kompetisi Futsal dari SMP sampai Profesional, Talenta Muda Jadi Andalan

3 menit membaca View : 16
Redaksi
Olahraga - 31 Mei 2026

JAKARTA, BERITANEGERI.ID – Federasi Futsal Indonesia (FFI) tengah menyiapkan langkah besar untuk memperkuat pembinaan futsal nasional melalui pembentukan sistem kompetisi berjenjang yang mencakup tingkat pelajar hingga profesional. Skema tersebut diharapkan menjadi jalur pembinaan yang jelas bagi atlet muda menuju level tertinggi kompetisi futsal Indonesia.

Sekretaris Jenderal FFI Budi Setiawan mengatakan, pengembangan futsal tidak cukup hanya mengandalkan kompetisi profesional yang saat ini sudah berjalan. Menurutnya, diperlukan rantai kompetisi yang terstruktur sejak usia sekolah agar proses pembinaan atlet berlangsung secara berkelanjutan.

“Kami ingin menciptakan ekosistem kompetisi yang saling terhubung, mulai dari tingkat SMP, SMA, hingga akhirnya para pemain memiliki kesempatan bergabung dengan klub profesional,” ujar Budi di Jakarta.

Saat ini, FFI mengelola dua kompetisi resmi, yakni Pro Futsal League (PFL) dan PFL 2. Namun, kompetisi yang secara khusus menjadi wadah pembinaan pemain usia muda masih belum tersedia dalam sistem nasional yang terintegrasi.

Karena itu, FFI berencana membangun kompetisi berjenjang yang dapat menjadi sarana pencarian dan pengembangan bakat sejak usia dini. Berbagai kompetisi futsal yang telah berjalan di daerah juga akan menjadi bagian dari evaluasi untuk mendukung pembentukan sistem tersebut.

Menurut Budi, model pembinaan seperti yang diterapkan di sejumlah negara maju dapat menjadi referensi. Atlet yang tampil menonjol di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi nantinya berpeluang direkrut klub-klub profesional melalui mekanisme pembinaan yang lebih terukur.

Dengan sistem tersebut, talenta-talenta muda tidak lagi kehilangan arah setelah menyelesaikan kompetisi sekolah, melainkan memiliki jalur yang jelas untuk melanjutkan karier ke tingkat yang lebih tinggi.

Selain memperkuat pembinaan usia muda, FFI juga menargetkan peningkatan kualitas kompetisi profesional. Jumlah peserta Pro Futsal League diharapkan dapat bertambah pada masa mendatang, namun tetap mempertimbangkan aspek kesehatan kompetisi dan kualitas klub peserta.

Dalam kesempatan tersebut, Budi turut menyampaikan bahwa Federasi Futsal Indonesia (FFI) kini resmi berganti nama menjadi Asosiasi Futsal Indonesia (AFI). Perubahan nama tersebut disahkan dalam Kongres pada 12 Mei 2026 sebagai bagian dari penguatan organisasi dan pengembangan futsal nasional.

Sementara itu, Pelatih Tim Nasional Futsal Indonesia Hector Souto menilai keberhasilan pengembangan futsal sangat bergantung pada konsistensi kompetisi sejak usia dini. Ia mencontohkan sistem di Spanyol yang memungkinkan anak-anak mengikuti pertandingan secara rutin sepanjang musim, sehingga proses peningkatan kemampuan berlangsung lebih optimal.

Menurut Souto, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi kekuatan futsal dunia karena didukung populasi usia muda yang sangat besar. Potensi tersebut, kata dia, perlu ditopang oleh sinergi antara federasi, akademi, pemerintah, serta dukungan sponsor agar pembinaan dapat berjalan secara berkesinambungan.

“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Yang dibutuhkan adalah sistem yang tepat agar potensi tersebut bisa berkembang dan menghasilkan pemain-pemain berkualitas di masa depan,” katanya.

AFI berharap pembenahan sistem kompetisi yang sedang disiapkan dapat menjadi fondasi jangka panjang bagi kemajuan futsal nasional, sekaligus memperluas peluang lahirnya pemain-pemain berbakat yang mampu bersaing di level internasional.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *