Kepercayaan Publik Menguat, Citra Positif Polri Tembus 71,5 Persen

2 menit membaca View : 2

Polri mencatatkan capaian positif dalam evaluasi publik yang dilakukan pada April 2026. Survei Litbang Kompas menunjukkan adanya peningkatan pada sejumlah indikator utama, mulai dari tingkat kepercayaan, kepuasan masyarakat, hingga citra kelembagaan dibandingkan hasil survei pada Oktober 2025.

Hasil survei menunjukkan tingkat keyakinan masyarakat bahwa kinerja Polri akan semakin baik mencapai 82,4 persen. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan survei Oktober 2025 yang tercatat sebesar 76,2 persen.

Tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan Polri juga mengalami kenaikan, dari 65,1 persen menjadi 67,6 persen. Sementara itu, citra positif Polri meningkat cukup tajam, dari 64,4 persen pada 2025 menjadi 71,5 persen pada April 2026.

Peningkatan tersebut sejalan dengan membaiknya penilaian publik terhadap kualitas pelayanan kepolisian. Berdasarkan responden yang pernah berinteraksi langsung dengan Polri, skor profesionalitas layanan meningkat dari 7,76 pada Oktober 2025 menjadi 8,37 pada April 2026.

Salah satu aspek yang mendapat apresiasi adalah pelayanan administrasi dan pengurusan dokumen yang dinilai berlangsung tanpa perlakuan diskriminatif. Selain itu, sekitar 80 persen responden menyatakan fasilitas di kantor-kantor kepolisian kini semakin nyaman.

Secara kelembagaan, capaian tersebut menempatkan Polri sebagai salah satu dari lima institusi negara dengan tingkat kepercayaan publik tertinggi. Dalam aspek penegakan hukum, tingkat kepercayaan terhadap Polri bahkan berada di atas sejumlah lembaga penegak hukum lainnya, seperti Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Survei ini juga merekam persepsi publik terhadap pengawasan internal di lingkungan Polri. Meski sebagian responden masih menilai terdapat pelanggaran yang dilakukan oleh oknum anggota, seperti tindakan arogan (23,0 persen) dan pungutan liar (19,5 persen), mayoritas masyarakat menilai pimpinan Polri telah menunjukkan ketegasan dalam menjatuhkan sanksi terhadap pelanggaran tersebut.

Sebanyak 94,3 persen responden mengetahui adanya pemberian sanksi tegas terhadap anggota yang melakukan penembakan di luar prosedur. Persepsi serupa juga terlihat pada penanganan kasus kekerasan, yang dinilai tegas oleh 88,6 persen responden, disusul kasus perselingkuhan (80,8 persen) dan penyelundupan narkoba (80,3 persen).

Tiga indikator utama capaian Polri berdasarkan Survei Litbang Kompas April 2026:

Tingkat kepercayaan publik: 82,4 persen, meningkat dari 76,2 persen pada Oktober 2025.
Citra positif kelembagaan: 71,5 persen, naik dari 64,4 persen.
Tingkat kepuasan masyarakat: 67,6 persen, meningkat dari 65,1 persen.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *